Patriotisme Jenderal Ahmad Yani

Patriotisme Jenderal Ahmad Yani

Seorang perwira yang cerdas dan berani dengan karirnya yang gemilang ialah Jendral Anumerta Ahmad yani,beliau lahir di purworejo jawa tengah pada tanggal 19 januari 1922 beliau adalah ketua staf angkatan darat yang gugur diperistiwa G30 SPKI pada tahun 1965 bukan hanya sukses memenangi peperangan beliau juga dikenal karna sikap kepemimpinan dan kebangsaannya.
Beliau mengatakan
Kenapa saya menjadi prajurit?
Karena saya patriot.
Kenapa saya patriot?
Karna saya cinta tanah air saya.(catatan buku harian Jenderal Ahmad Yani,18 januari 1965).

Saat tentara jepang masuk ke Nusantara pada tahun 1942 beliau dan keluarga pindah kembali ke purworejo saat pemerintah pendudukan jepang membentuk PETA(pasukan pembela tanah air) Ahmad Yani ikut mendaftarkan diri untuk bergabung.
Ahmad Yani berhasil menyita senjata jepang di Magelang. Saat terjadi agresi militer pertama Ahmad Yani berhasil menghalang mundur pergerakan pasukan belanda yang hendak menduduki Pingit Ambarawa,Semarang. Ahmad Yani di marlas besar angkatan darat ia menjabat sebagai asisten logistik kepala staf angkatan darat sebelum menjadi wakil kepala staf angkatan darat untuk organisasi dan kepegawaian.

Pada bulan Agustus tahun 1958 ia memerintahkan operasi 17 Agustus terhadap pemerintah revolusioner republik Indonesia pemberontak di Sumatera barat. Pasukannya berhasil merebut kembali padang dan bukit tinggi, dan keberhasilan ia menyebabkan ia dipromosikan menjadi wakil angkatan darat kedua.

Pada dini hari 1965, gerakan 30 s pki mencoba untuk menculik 7 anggota staf umum angkatan darat. Sebuah tim dari sekitar 200 orang mengepung rumah Jenderal Ahmad Yani. Ahmad Yani dan anak-anaknya sedang tidur dirumahnya sementara istrinya keluar merayakan ulang tahun.

Ketika para penculik datang kerumah Ahmad Yani dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan dibawa kehadapan Presiden, ia meminta waktu untuk mandi dan mengganti pakaian. Ketika penculik menolak ia menjadi marah, menampar salah satu prajurit penculik. Salah satu penculik kemudian melepaskan tembakan, membunuhnya secara spontan. Tubuh nya dibawa ke Lubang Buaya di pinggiran Jakarta bersama dengan Jendral yang di bunuh lainnya, di sembunyikan di sebuah sumur bekas.

Pada hari yang sama, Ahmad Yani dan rekan-rekannya resmi dinyatakan Pahlawan dari Revolusi dengan Keputusan Presiden Nomor 111/KOTI/1965.

Komentar